The Crescent Moon

Slideshow


byaza Guest Book

HR. Bukhari dan Muslim

Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seseorang mendapatkan pemberian yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran"

HR Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hadits no. 6412

“Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.”

QS. Al-Israa : 53

“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)....”

QS. Al-Ikhlas (112): 1-4

"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

QS. Al-Maa-idah : 3

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untuk-mu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”

2.14.2012

Karena Cinta Bukan Sebatang Coklat

Cinta sebatas sebatang coklat? Wajar bila ia habis dilahap nafsu, bila tidak ia pun akan lekang tergerogoti masa atau wajar pula dia bisa ditetak dengan pisau selingkuh. Kenapa tidak? toh cinta sebatas sebatang coklat.

Atau bila cinta layaknya setangkai mawar merah import, wajar pula waktu meluruhkan merahnya, meninggalkan kering kelopak tanpa nyawa. Wajar pula bila gairah cinta juga import dari barat sana, cinta ala bunga mawar, mekar hanya untuk sehari bahkan hanya semalam?

Begitulah cinta setangkai mawar, habis dicium, habis disentuh, habis dipreteli satu-demi-satu kelopaknya, habis pula manfaatnya. Habis indah wangi mawar, yang tinggal adalah getir pedih penyesalan, kenapa ia harus tercabut dari tanah, pengorbanan sia-sia.

Bagaimana bila ia bunga kertas atau bunga plastik, kata orang dia takkan habis dimakan waktu? betul, namun cinta akan jadi sepalsu tampaknya wajar bila cinta itu bagai bunga palsu, terlihat cantik, namun tak mewangi dan tak mewujud, penuh kepalsuan, khas orang pacaran.

Bila cinta sebatang coklat atau setangkai bunga, ia bisa dibayar pula dengan sejumlah harga, tak peduli siapa yang meminta. Tapi tidak bagi seorang mukminah, baginya cinta punya mahar; pernikahan, yang hanya dapat diberikan oleh hamba-hamba Allah ikhlas nan taat

Bagi mereka cinta adalah amanah, yang harus diberikan pada yang berhak, yaitu yang mendatangi walinya, bukan hanya dirinya.
Bagi mereka cinta adalah tanggung jawab yang hanya diserahkan padan yang ahlinya, yang dapat membimbing mereka ke bibir surga.
Bagi mereka cinta adalah pengorbanan yang harus ditebus dengan komitmen dan kepastian, bukan keraguan dan kebimbangan khas ahli-maksiat pacaran.
Bagi mereka cinta memang manis madu dunia, namun juga lebih dari itu, dia adalah tunggangan menuju ke keridhaan Allah Tuhan semesta, tidak pula cinta ndeso romeo-juliet menjadi pilihan para mukmin, apalagi kisah sontoloyo laila-majnun, atau epik lain yang tak mendidik

Rayuan para mukmin adalah ayat-ayat Al-Qur'an, gombal mereka adalah seruan taat pada Allah, dan rindu mereka adalah dakwah dijalan Allah. Bagi mukmin, pacaran bukan tanda dewasa, bukan pembuktian laki2, mereka tak perlu semuanya, bagi mereka dewasa adalah berjuang dalam Islam

Bagi mukmin-mukminah, cinta bukan sebatang coklat-setangkai bunga. Karena cinta adalah Allah dan Rasul-Nya.

Alhamdulillahirobbil`alamin assholaatuwassalaamu'alaasrofil ambiyaa wa mursalin wa'ala aalihi wa ashabihii ajma'in. asyhaduanlaailaahaillallah wa asyhaduannamuhammadarrosulullah. Ya Sayyidi Ya Rosululloh

sumber : Islam Itu Indah

10.07.2011

How to Change Yahoo Password?

passwordchangeyahoo
For some reason, you might want to change your Yahoo Password. To change your Yahoo Password, You can use Manual Way or Using Password Changer Software.

Change Your Yahoo Password Manually

To Change your Yahoo Password Manually, just go to: Yahoo Change Password. You will directed to the Login Screen Page of Yahoo. Enter your current Password and ID then You’ll see a page like this:
changeyahoopassword
Enter your current password and then choose your new password. Click Save when you’re done.
Using Yahoo Password Changer Software
You can also Change Your Yahoo Password using Yahoo Password Changer. Enter you Old Password and the new one. Click Change. Done
Remember! Changing your Yahoo Password, means that you change Yahoo Password for others Services: Yahoo Mail, Yahoo! Messenger, My Yahoo!, Yahoo! Finance and else.

10.03.2011

How to Make the Installer Linux UBUNTU with USB drive from Windows, Mac and Ubuntu


Windows
  1. Insert a USB stick with at least 2GB of free space
  2. Download the Universal USB Installer
  3. Click 'Run' when prompted
  4. If the security dialog appears, confirm by clicking 'Run'
  5. Read the licence agreement and choose 'I Agree' to continue
  6. Select Ubuntu Desktop Edition from the dropdown list
  7. Click 'Browse' and open the downloaded ISO file
  8. Choose the USB drive and click 'Create'
Mac

We would encourage Mac users to download Ubuntu Desktop Edition by burning a CD for the time being. But if you would prefer to use a USB, please follow the instructions below.

Note: this procedure requires an .img file that you will be required to create from the .iso file you download.

TIP: Drag and Drop a file from Finder to Terminal to 'paste' the full path without typing and risking type errors.

  1. Download the desired file
  2. Open the Terminal (in /Applications/Utilities/ or query Terminal in Spotlight)
  3. Convert the .iso file to .img using the convert option of hdiutil (e.g., hdiutil convert -format UDRW -o ~/path/to/target.img ~/path/to/ubuntu.iso)
  4. Note: OS X tends to put the .dmg ending on the output file automatically.
  5. Run diskutil list to get the current list of devices
  6. Insert your flash media
  7. Run diskutil list again and determine the device node assigned to your flash media (e.g. /dev/disk2)
  8. Run diskutil unmountDisk /dev/diskN (replace N with the disk number from the last command; in the previous example, N would be 2)
  9. Execute sudo dd if=/path/to/downloaded.img of=/dev/rdiskN bs=1m (replace /path/to/downloaded.img with the path where the image file is located; for example, ./ubuntu.img or ./ubuntu.dmg
  10. Using /dev/rdisk instead of /dev/disk may be faster.
  11. If you see the error dd: Invalid number '1m', you are using GNU dd. Use the same command but replace bs=1m with bs=1M.
  12. If you see the error dd: /dev/diskN: Resource busy, make sure the disk is not in use. Start the 'Disk Utility.app' and unmount (don't eject) the drive.
  13. Run diskutil eject /dev/diskN and remove your flash media when the command completes
  14. Restart your Mac and press alt while the Mac is restarting to choose the USB-Stick


Ubuntu
  1. Insert a USB stick with at least 2GB of free space
  2. In the main menu, go to System > Administration and open 'Startup Disk Creator
  3. Click 'Other' to choose the downloaded ISO file
  4. Select the file and click 'Open'
  5. Select the USB stick in the bottom box and click 'Make Startup Disk'
  6. That's it! When the process completes, you'll be ready to restart your computer and begin installing Ubuntu.
 

4.29.2011

Takdir Sudah Ditentukan 50.000 tahun Sebelum Langit dan Bumi Diciptakan

Seorang muslim yang bertakwa tentu memahami arti keimanan dengan baik, karena untuk mencapai derajat ketakwaan seseorang harus beriman terlebih dahulu sebagaimana salah satu perkataan Allah SWT pada ayat Al Qur’an berikut ini : “Hai orang – orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang 1 kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 183)

Lalu mengapa seseorang harus bertakwa kepada Allah SWT ?
“Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)

Jadi pada intinya Allah SWT menyuruh kaum muslimin beramal shalih setelah beriman adalah dimaksudkan agar kaum muslimin dapat bersyukur kepada-Nya terutama atas nikmat-Nya yang sangat banyak. Maka dari itu kekokohan iman seorang muslim merupakan prasyarat mutlak dalam beramal shalih, agar amal shalih tersebut dapat berbuah ketakwaan kepada Allah SWT.

Definisi iman itu sendiri dapat dilihat pada hadits shahih berikut ini, dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk” (HR Imam Muslim)

Salah satu cabang keimanan yang utama berdasarkan nash shahih di atas adalah bahwa beriman kepada takdir (qadar) yang Allah SWT telah tetapkan kepada setiap hamba baik itu takdir baik maupun takdir buruk. Firman Allah SWT, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya” (QS Al Hadid 22)

Dan dari ayat di atas jelas Allah SWT katakan bahwa takdir yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya sudah ditentukan sebelum Allah SWT menciptakan langit dan Bumi sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

Termasuk apakah ia menjadi ahli surga atau neraka, Allah SWT sudah tentukan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini diciptakan. Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda, “Maka demi Allah, yang tiada tuhan yang haq disembah melainkan Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan perbuatan ahli neraka, maka ia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalamnya” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)

Maka dari itu Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (239 – 321 H) pada kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah yang diberi ta’liq (komentar) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Semenjak dahulu kala Allah Ta’ala telah mengetahui berapa jumlah hamba-Nya yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Total dari jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak akan pula berkurang”

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani memberikan komentar atas ucapan Imam Abu Ja’far Ath Thahawi ini sebagai berikut, “Nampaknya Imam Ath Thahawi merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru, dia berkata, ‘Pernah suatu ketika Rasulullah SAW keluar menemui kami memegang 2 kitab … Kemudian sambil menunjuk kitab yang ada di tangan kanan, Beliau SAW berkata, Kitab ini berasal dari Tuhan Semesta Alam yang memuat nama – nama penduduk surga yang dilengkapi nama bapak – bapak dan nama – nama kabilah mereka. Kemudian Allah mengumpulkan mereka menjadi satu (dalam kitab ini). Jumlah nama – nama yang ada dalam kitab ini tidak akan bertambah maupun berkurang selama – lamanya … - hadits ini cukup panjang - … (HR. At Tirmidzi, hadits ini dishahihkan oleh Imam At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani)’”

Namun demikian, tidak ada seorangpun tahu apakah ia menjadi ahli surga atau ahli neraka karena hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui perkara – perkara yang ghaib. Firman Allah SWT, “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS An Naml 65)

Artinya walaupun seorang manusia apakah nanti takdirnya masuk ke dalam surga atau ke dalam neraka maka ia sebagai seorang hamba Allah wajib selalu berusaha mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala dan selalu meminta agar dimasukan ke dalam surga-Nya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa” (QS Al Imran 133)

Dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT walaupun hanya sebentar, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)

Juga dengan beriman kepada takdir Allah tidaklah berarti memberikan kesempatan kepada hamba untuk berdalih dengannya dalam meninggalkan perintah Allah atau melanggar apa yang dilarang-Nya. Karena Allah SWT berfirman, “Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” (QS At Taghabun 16), yang artinya seorang hamba tidak akan dibebani kecuali sebatas kemampuannya. Dan sabda Rasulullah SAW,“Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga”.

Maka berkatalah seorang laki – laki dari kaumnya, “TidakKah (dengan demikian) kita berserah diri saja, wahai Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, tetapi berusahalah ! Karena masing-masing dimudahkan kepada (kententuan) penciptaannya” (HR. Imam Bukhari)

Akhirnya dapat difahami bahwa hakekat takdir adalah rahasia Allah Ta’ala yang telah ditentukan atas hambanya sebelum Allah SWT menciptakan seluruh isi langit dan Bumi dan sebagai manusia maka wajib bagi kita untuk selalu berusaha mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya Allah SWT tidak membebani kewajiban yang mana kita tidak sanggup untuk memikulnya.

Dan takdir itu sendiri tidaklah diketahui oleh malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun oleh Nabi yang diutus karena Allah SWT telah menutup ilmu takdir dari makhluk – makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab-Nya, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)

Sumber : disusun oleh oleh : Abu Tauam Al Khalafy, dari berbagai sumber :
1. 40 Hadits Shahih, Imam An Nawawi, Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H.
2. Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, At Tibyan, Solo, Edisi Indonesia, November 2000 M.
3. Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Media Hidayah, Cetakan Pertama, Mei 2005 M
4. Tauhid, Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H

Hak cipta adalah milik Allah semata.
Hak kita sebagai manusia adalah berlomba-lomba menyebarluaska

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More